Makna Doa Batin dalam Matius 6:6-8 Menurut Aphrahat dari Syria

Authors

  • Damehati Gulo Sekolah Tinggi Teologi Soteria, Purwokerto

Keywords:

Aphrahat of Syria; heart and silence; inner prayer; Matthew 6:6-8; Aphrahat dari Syria; doa batin; hati dan keheningan; Matius 6:6-8

Abstract

Artikel ini menganalisis tentang makna doa dalam Matius 6:6-8 berdasarkan pandangan Aphrahat di buku The Syriac on Prayer and the Spiritual Life. Aphrahat menekankan bahwa doa batin membawa manusia pada pengalaman menjadi intim dengan Allah. Peneliti menggunakan metode studi literatur yang fokus pada satu sumber utama dan didukung oleh data-data dari jurnal, internet dan buku terkait topik yang dibahas. Makna doa batin dalam artikel ini menjadi pembahasan yang akan dipaparkan supaya menjadi intim dengan Allah. Peneliti juga menekankan bahwa doa batin bukan doa yang dibatasi oleh waktu, kondisi dan tempat melainkan doa yang dapat dilakukan oleh setiap orang yang mendambakan Allah di dalam hati. Doa batin bukan hanya berbicara tentang kata-kata doa, melainkan tentang hati yang datang menjumpai Allah secara pribadi dengan tulus dan murni di hadapan Allah. Dengan demikian, artikel ini akan membahas bagaimana menjadi intim dengan Allah melalui doa batin, keheningan, pikiran, hati dan jiwa kepada Allah.

ABSTRACT

This article analyzes the meaning of prayer in Matthew 6:6-8 based on Aphrahat's view in The Syriac on Prayer and the Spiritual Life. Aphrahat emphasizes that inner prayer brings people to the experience of being intimate with God. The researcher uses a literature study method that focuses on one main source and is supported by data from journals, internet and books related to the topics discussed. The meaning of inner prayer in this article is a discussion that will be explained in order to become intimate with God. The researcher also emphasizes that inner prayer is not a prayer that is limited by time, condition and place but a prayer that can be done by everyone who longs for God in the heart. Inner prayer is not just about the words of prayer, but about the heart that comes to meet God personally, sincerely and purely before God. Thus, this article will discuss how to become intimate with God through inner prayer, silence, mind, heart and soul to God.

 

 

References

Alfeyev, H. (2000). The Spiritual World of Isaac the Syrian. In Cistercian. Cisterian. https://search.proquest.com/docview/215263806?accountid=8359%0Ahttp://ne4ke2fg4p.search.serialssolutions.com?ctx_ver=Z39.88-2004&ctx_enc=info:ofi/enc:UTF-8&rfr_id=info:sid/ProQ%3Acentral&rft_val_fmt=info:ofi/fmt:kev:mtx:journal&rft.genre=unknown&rft.jtitl

Brock, S. (1987). The Syriac Fathers on Prayer and the Spiritual Life. Cistercian.

Chrysostom, J. (n.d.). Matthew 6 - Catena Bible & Commentaries. Retrieved March 16, 2022, from https://catenabible.com/mt/6

Corinth, S. N. of the H. M. dan S. M. of C. (1984). The Philokalia: The Complete Text. Lulu.com.

E. K. Adloubovsky dan G. E. H. Palmer. (1951). Writings From The Philokalia on Prayer of the Heart. 3 Queen Square.

Edwards, J. (2001). “Hypocrites Deficient in the Duty of Prayer”, di dalam Seeking God: Jonathan Edwards’s Evangelism Contrasted with Modern Methodologies, ed. William C. Nichols. International Outreach.

Foster, R. J. (1967). Prayer Finding The Heart’s True Home (Vol. 1, Issue 69). Perfectbound.

Gather, J. (2014). Teachings on the Prayer of the Heart in the Greek and Syrian Fathers. In Teachings on the Prayer of the Heart in the Greek and Syrian Fathers. Gergorias Press. https://doi.org/10.31826/9781463236281

Hendi. (2018). Buku Inspirasi Kalbu II. LeutikaPrio.

Hendi. (2022a). Inspirasi Kalbu 5. LeutikaPrio.

Hendi, H. (2022b). Pemikiran Bapa-bapa Philokalia Tentang Hesychasm: Pembaruan Batin Menuju Kesempurnaan Seperti Kristus. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(8.5.2017), 2003–2005.

Kenneth L. Barker, J. R. K. I. (2017). The Expositor’s Bible Commentary. Zondervan.

Kistemaker, S. J. (2004). Yesus Sebagai Pencerita: Perspektif Sastra Dari Perumpamaan . Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 5(2), 121–130. https://doi.org/10.36421/veritas.v5i2.126

Lossky, V. (1976). The Mystical Theology of the Eastern Church. Seminary Press.

Macdonald, W. (2016). Believer’s Bible Commentary. Hardcover.

Mudak, S. (2017). Makna Doa Bagi Orang Percaya. Missio Ecclesiae, 6(1), 97–111. https://doi.org/10.52157/me.v6i1.70

Najapfour, J. R. B. dan B. G. (2020). Berpegang Kepada Allah. Momentum.

Pareira, B. A. (2022). Doa Batin: Doa Persahabatan Dengan Yesus Menurut Teresia Dari Yesus. Seri Filsafat & Teologi, 30, 190–199.

Salindeho, H. & G. A. (2021). Hesychia Menurut Bapa-bapa Padang Gurun dan Delapan Kebajikan Jiwa. Jurnal Teologi Cultivation, 4(2), 111–131. https://doi.org/10.46965/jtc.v4i2.313

Situmorang, S. (2018). Asketisme Dalam Tradisi Monastik Kristen. Logos, 15(2), 78–94. https://doi.org/10.0/CSS/ALL.CSS

Wagner, C. P. (n.d.). Warfare Prayer. Destiny Image.

Downloads

Published

2023-12-31

Issue

Section

Articles